Site Overlay

Kejeniusan Seorang B.J Habibie

Keceradasan merupakan salah satu patokan mengenai hasil pencapaian seseorang dalam proses belajar ataupun dalam kegiatan sosial. Sebagai informasi orang mempunyai kecerdasan antara 110-130 sering kali disebut sebagai orang cerdas. Akan tetapi di dunia ini masih banyak juga orang di dunia memiliki tingkatan IQ lebih dari 130 ataupun sampai 300. Sungguh luar biasa bukan.

Kejeniusan Seorang B.J Habibie1

Namun lebih luar biasanya lagi ketika mantan Presiden Indonesia B.J. Habibie termasuk kedalam salah satu orang jenius di dunia dengan tingkatan IQ mencapai 200. Pada artikel kali ini kami akan membahas tentang sosok Habibie yang memiliki kecerdasan luar biasa.

Sosok Jenius B.J. Habibie

Habibie yang memiliki nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan Presiden Ketiga Indonesia yang lahir di Kota Pare Pare, Sulawesi Selatan. Beliau bukan hanya sosok pemimpin bangsa, tetapi juga merupakan seorang yang terkenal atas kejeniusannya. B.J. Habibie merupakan politisi nasional sekaligus ilmuwan yang sangat terkenal di dunia international dalm bidang Kedirgantaraan International.

Kami disini akan membahas apa saja kejeniusan Bj Habibie selama masa hidupnya yang menyebabkan dirinya sangat terkenla di dunia internasional.

  1. Menjalani Satu Tahun Kuliah di ITB lalu ke Jerman

Menjalani Satu Tahun Kuliah di ITB lalu ke Jerman

Proses kuliah Habibie di ITB atau Institut Teknologi Bandung sangatlah pendek dan hanya selama satu tahun. Dan semasa masa kuliah beliau sangatlah cerdas dibanding teman kuliah lainnya. Tepat pada tahun 1955, BJ Habibie mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Indonesia untuk melanjutkan kuliah di Rhein Westfalen Aachen Technisce Hochshule Jerman.

  1. Meraih Gelar Doktor (S3) di Jerman

Meraih Gelar Doktor (S3) di Jerman

Setelah melalui proses enam tahun di Jerman, beliau pun meraih gelar Ing dari Technisce Hochshule pada tahun 1960. Kemudian Habibie pun mengejar gelar Doktor tahun 1965 dengan melalui studi doktornya di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachen Jerman. Seusai mendapatkan gelar doktor di Jerman, Bj Habibie saat diakui serta dihormati banyak orang di dunia termasuk di Indonesia. Setelah mendapatkan gelar Doktor, beliau melanjutkannya ke bidang dirgantara atau penerbangan.

  1. Pencetus Teori “Crack Progression Theory”

Pencetus Teori Crack Progression Theory

Alasan mengapa Habibie layak disebut sebagai ilmuwan dikarenakan beliau membuat sebuah teori Crack Progression Theory yang penting dan merupakan dasar dalam dunia dirgantara. Teori ini menjadi pemecah masalah atas panjang dimana dapat ditimbulkan dengan retaknya bagian sayap serta badan pesawat yang diakibakan guncangan selama take off serta landing.

  1. Mendapat Julukan Mr. Crack

Mendapat Julukan Mr. Crack

Sangatlah wajar bisa BJ Habibibe kemudian mendapatkan julukan sebagai Mr. Crack dikarenakan segala keahliannya dalam menghitung crack propagation on random sampai ke atom pesawat terbang. Cara penyelesaian dari masalah ini adalah dengan pemilihan campuran material sayap serta badan pesawat menjadi lebih ringan. Untuk bahan baja dikurangi serta aluminium menjadi bahan utama atau dominan dalam bodi pesawat.

Dengan Terobosan yang sangat luar biasa dalam dunia penerbangan menyebabkan BJ Habibie mendapat Julukan Faktor Habibie. Faktor ini sanggup membuat ringan bobot pesawat tanpa berat penumpang serta bahan bakar hingga 10 persen dari bobot awalnya hingga 25%.

Faktor Habibie ini jugalah yang sangat penting dalam pengembangan teknologi menggabungkan bagian per bagian kerangka pesawat. Sehingga sambungan badan pesawat yang silider dengan sisi sayap oval mampu menahan tekanan udara ketika tubuh pesawat lepas landas.

  1. Meraih Penghargaan Tertinggi Dunia

Meraih Penghargaan Tertinggi Dunia

Tepat di tahun 1967, Habibie menerima gelar Professor kehormatan atau Guru Besar dari ITB serta penghargaan tertinggi lain dari Ganesha Praja Manggala.  Selain itu Bj. Habibie juga pernah menerima penghargaan yang amat luar biasa, yakni Edward Warner Award dan Award von Karman dimana kedua penghargaan ini hampir sama dengan Hadiah Nobel Dunia.

Berkat banyaknya kejeniusan yang dipunyai beliau, maka tak heran jika sangat beliau mendapatkan banyak pengakuan dari lembaga penerbangan di dunia diantaranya.

  • Gesselshchaft fuer luft and Raumfahrt dari Lembaga Penerbangan di Jerman
  • The Royal Aeronautical Society London dari Inggris
  • The Academie Nationale de l’Aie et de l’Espace dari Prancis
  • The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences dari Swedia
  • The US Academy of Engineering dari Amerika Serikat

Demikianlah artikel ini kami buat, semoga bermanfaat dan menambah informasi bagi Anda semuanya. Terima kasih.